DPRD Taliabu Desak Polres Serius Usut Kasus Pemerkosaan di Bapenu

TALIABU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Taliabu, Tono Himalaya, mendesak keras Polres Pulau Taliabu agar serius dan profesional dalam menangani kasus dugaan pemerkosaan yang terjadi di Desa Bapenu (15/11)

Desakan ini disampaikan Tono Himalaya, sebagai representasi rakyat di parlemen, menyusul lambatnya penanganan kasus oleh pihak kepolisian.

Hingga hari ini, Tono menilai Polres Taliabu belum menunjukkan keseriusan.

“Kami melihat bahwa polisi sangat lambat, tidak serius,” ujar Tono Himalaya. Kamis, (20/11/2025).

Ia menyoroti fakta bahwa hingga saat ini belum ada informasi atau keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus ini.

Bahkan, menurutnya, pelaku kejahatan bejat tersebut belum juga diperiksa apalagi ditahan.

Ia menuturkan, berdasarkan keterangan dari keluarga korban, peristiwa dugaan pemerkosaan itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIT pagi.

Saat itu, korban bermaksud mengambil barang di rumah pelaku.

Namun, secara tiba-tiba pelaku menarik korban secara paksa, menyekapnya, dan kemudian melakukan aksi bejatnya.

Perbuatan pelaku ini tidak hanya berdampak pada luka dan lecet fisik pada organ tertentu, tetapi juga menimbulkan dampak serius pada psikis korban.

Tono mempertegas bahwa perbuatan pelaku adalah pelanggaran berat terhadap hukum dan kemanusiaan.

Oleh karena itu, Aparat Penegak Hukum (APH) wajib hadir sebagai lembaga hukum yang bertindak profesional dan tidak berpihak, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang yang berlaku.

“APH wajib hadir, sebagai lembaga hukum secara profesional, tidak berpihak sebagaimana UU yang berlaku,” pungkasnya.(*)

Komentar