MUSI BANYUASIN – Proses politik Pilkada Musi Banyuasin ternoda akibat praktik politik uang yang dilakukan secara terang-terangan di muka umum oleh Calon Bupati nomor urut 1 Lucianty. Hal tersebut terjadi saat Lucianty melakukan kampanye dialogis di Zona B pada hari Kamis 3 Oktober 2024. Dalam video yang telah viral di media sosial, Lucianty nampak membagikan uang pecahan seratus ribu.
Tindakan lucianty tersebut dinilai menciderai proses demokrasi dan upaya mewujudkan pilkada bersih di Musi Banyuasin, money politic merupakan pelanggaran pemilu yang mendatangkan daya rusak bagi pemilih.
“Tindakan money politic ini tidak bisa ditolerir, tidak bisa dibiarkan, money politic menjadikan masyarakat terbiasa memilih berdasarkan pertimbangan uang, padahal seseorang semestinya dipilih karena kualitas dan kompetensinya dalam memimpin,” ungkap Arif Kurnia, warga Muba yang bermukim di Sekayu.
Pihaknya juga mendesak agar Badan Pengawas Pemilu menindak tegas praktik money politic yang dilakukan Lucianty.
“Politik uang masuk kategori tindak pidana pemilu, oleh sebab itu Bawaslu Musi Banyuasin sebagai pihak yang mengawasi proses Pilkada mesti menindak pelaku politik uang,” sambungnya.
Lebih lanjut ia juga mengingatkan bahwa kandidat yang berambisi meraih kekuasaan dengan menghalalkan tindakan money politic biasanya akan lebih fokus mengembalikan modal uang yang mereka habiskan saat pilkada, fokusnya bukan pada kesejahteraan rakyat.
“Kalau saat kampanye sudah terang-terangan pakai money politic untuk menang, maka jangan harap saat kelak terpilih akan memprioritaskan kesejahteraan rakyat, pasti akan lebih fokus mengembalikan modal yang dihabiskan saat kampanye,” terangnya.
Tak lupa ia juga mengajak warga Musi Banyuasin agar bersikap cerdas dalam memilih calon bupati dan wakil bupati dengan tidak menjatuhkan pilihan kepada kandidat yang melakukan money politic secara terang-terangan.
“Kita ingin Muba mengalami kemajuan, dan itu tidak mungkin bisa dilakukan oleh figur yang menggunakan cara-cara yang keliru untuk meraih kemenangan, misalnya dengan money politic,” tutupnya.













Komentar