Moral Politik Kita Yang Kian Sekarat

Suasana perpolitikan tanah air belakangan ini sangat gaduh, bising, dipenuhi ragam intrik yang bertujuan menjatuhkan satu sama lain. Medan politik, khususnya politik praktis tidak bisa lepas dari pertarungan kuasa, tidak ada politik praktis tanpa persaingan menapaki tangga kekuasaan, namun mesti diingat persaingan tersebut hendaknya tetap mengedepankan moralitas, politik tanpa moralitas hanya menyebabkan pemain politik murni memburu kuasa, harapan menggunakan kekuasaan untuk kemaslahatan rakyat seolah menjadi sesuatu yang sangat tidak menarik.

Perilaku politik yang murni memburu kuasa menyebabkan kompetisi menjadi tidak normal, ragam cara yang melanggar moralitas politik dihalalkan begitu saja, regulasi diutak-atik untuk kepentingan kelompok dan individu tertentu yang ikut berkontestasi, cawe-cawe Presiden dianggap biasa, hingga pengerahan aparat negara untuk memenangkan kandidat tertentu dilakukan secara vulgar. Semua itu menjadi lumrah tatkala moral politik telah menjadi barang yang asing, suasana akan semakin parah bila mereka yang awalnya berpegang pada moral politik turut tergoda menanggalkan moralitas akibat derasnya arus praktik politik yang tidak mengenal moral.

Bagi sebagian pihak, berbicara tentang moral dalam ranah politik praktis dinilai sebagai wacana yang bukan pada tempatnya, mengedepankan moral dalam berpolitik dipandang sama saja menutup ruang untuk menggenggam kekuasaan, mereka nampaknya telah nyaman dengan praktik politik yang saling memangsa.

Politik berkaitan erat dengan kebijakan, mereka yang terpilih dari proses politik akan bertugas sebagai pengambil kebijakan, bila pengambil kebijakan diisi oleh orang-orang yang minim moralitas politik maka dengan mudah kebijakan akan diarahkan untuk melayani kepentingan kelompok dan individu pendukungnya, kebijakan akan digunakan sebagai alat untuk menggebuk lawan politik, bahkan kebijakan juga akan digunakan untuk menggebuk rakyat sendiri. Munculnya ragam regulasi yang cenderung membatasi kebebasan bersuara merupakan konsekuensi dari seleksi politik yang meloloskan pemain politik minim moral duduk di jajaran pengambil kebijakan.

Praktik politik yang minim moral menyebabkan masyarakat semakin antipati dengan dunia politik, politik dipandang sebagai dunia penuh tipuan. Moralitas dalam politik tidak boleh mati karena politik mendatangkan implikasi besar bagi kehidupan masyarakat bahkan hingga ke urusan paling sederhana, harga sembako di pasaran dan harga BBM sangat bergantung pada keputusan politik, ini hanya dua contoh dari sekian banyak urusan sederhana terkait kehidupan masyarakat yang keputusannya lahir dari proses politik. Memang tidak mudah berpegang teguh pada moral saat terjun ke dunia politik praktis, namun politik tanpa moralitas hanya menyebabkan pelakunya murni menjadi pemburu kuasa, lupa menggunakan kekuasaan tersebut untuk kepentingan rakyat dan bangsanya.

Zaenal Abidin Riam
Pengamat Kebijakan Publik/Koordinator Presidium Demokrasiana Institute

Komentar