MUSI BANYUASIN – Pilkada Musi Banyuasin 2024 memiliki keterkaitan dengan Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan, sebagaimana diketahui Musi Banyuasin merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Selatan. Keterkaitan tersebut terlihat dari kecenderungan pemilih Paslon Pilgub Sumsel terhadap Paslon Pilbup Musi Banyuasin. Pemilihan Bupati (Pilbup) Musi Banyuasin sendiri hanya diikuti oleh dua Paslon yakni Lucianty-Syafaruddin dan Toha-Rohman.
Hasil survei yang dirilis PUSKAPI (Pusat Kajian Pemilu Indonesia) pada 23 Oktober 2024, menunjukkan pemilih Herman Deru-Cik Ujang cenderung memilih Toha-Rohman sedangkan pemilih Mawardi-Anita merapat ke Lucianty-Syafaruddin.
“Elektabilitas Herman Deru-Cik Ujang untuk wilayah Musi Banyuasin berada di angka 52,9 persen, dari angka tersebut 30,6 persen memilih Toha-Rohman, hanya 22,3 persen memilih Lucianty-Syafaruddin. Ini menandakan mayoritas pemilih Herman Deru-Cik Ujang menjatuhkan pilihan pada Toha-Rohman,” ungkap Direktur Eksekutif PUSKAPI, Zaenal Abidin Riam, Jumat (25/10).
Lanjut Zaenal “Elektabilitas Pasangan Mawardi-Anita di Musi Banyuasin sebesar 25,9 persen, dari total tersebut 16,4 persen memilih Lucianty-Syafaruddin dan hanya 9,5 persen memilih Toha-Rohman. Ini menunjukkan mayoritas pemilih Mawardi-Anita memilih Lucianty-Syafaruddin,” terang Zaenal.
Survei PUSKAPI juga mengungkap alasan masyarakat Musi Banyuasin memilih Lucianty-Syafaruddin dan Toha-Rohman. 40,6 memilih Lucianty-Syafaruddin karena pasangan ini dinilai sudah berpengalaman, 24,6 persen Peduli terhadap rakyat, 8 persen sopan/santun/berwibawa, cerdas 7,5 persen, dermawan 3,5 persen, merupakan tokoh yang dikagumi pemilih 3,5 persen, berasal dari daerah tau suku yang sama 3,4 persen, tampan atau cantik 2,2 persen, bersih dari korupsi 1,9 persen, berasal dari partai yang pemilih dukung 1,9 persen, dekat dengan tokoh agama 0,5 persen, dan tidak tahu atau tidak jawab 2,4 persen.
“Jika melihat data, faktor pengalaman menjadi alasan utama masyarakat memilih Lucianty-Syafaruddin. Hal ini terutama dipengaruhi oleh sosok Lucianty yang telah berpengalaman sebagai anggota legislatif dan kini menjabat Ketua PKN Sumsel,” ucap Zaenal.
Sementara itu 21,4 persen masyarakat Musi Banyuasin memilih Toha-Rohman karena Pasan ini dianggap berasal dari daerah atau suku yang sama dengan pemilih, 20,5 persen sudah berpengalaman, 16,7 persen peduli terhadap rakyat, 11 persen bersih dari korupsi, 8,5 persen karena sopan/santun/berwibawa, 8,2 persen cerdas, 6,3 persen dermawan, 2,3 persen dekat dengan tokoh agama, 2,1 persen merupakan keluarga dari tokoh yang pemilih kagumi, 1,1 persen taat beribadah, 0,2 persen dari partai yang didukung pemilih, dan tidak tahu atau tidak jawab 1,7 persen.
“Temuan PUSKAPI menunjukkan alasan utama masyarakat Musi Banyuasin memilih Toha-Rohman karena pasangan ini dinilai berasal dari daerah atau suku yang sama dengan pemilih, ini menunjukkan efektifitas kerja tim kampanye Toha-Rohman yang intens mensosialisasikan ke warga bahwa Toha Tohet merupakan orang asli Musi Banyuasin,” jelas Zaenal.
Pilkada Musi Banyuasin berlangsung ketat karena hanya diikuti dua pasang calon, setiap pasangan calon saling berjibaku menggaet hati masyarakat agar memilih mereka, terlebih waktu kampanye masih tersedia.



















Komentar